Info Terbaru

Selasa, 15 April 2014

PERTEMUAN KITA YANG PERTAMA: KELAS SASTRA, KELAS MESRA

Li Bai
MABOK DI BAWAH BULAN


Kupegang botol anggur di antara bunga-bunga
Minum sendirian saja, di sekitarku seorang pun tiada
Kuangkat gelasku dan kuajak bulan minum bersama
Kami bertiga: aku, bulan dan bayang-bayangku

Tapi bulan tak tahu nikmatnya anggur
Dan bayang-bayangku hanya bisa mengikuti saja
Kuanggap saja mereka berdua temanku
Saat serupa ini harus dinikmati sepuas-puasnya

Bulan sempoyongan ketika kunyanyikan beberapa lagu
Bayang-bayangku nampak kebingungan waktu ku menari-nari
Kami minum bersama selama aku sadar
Kalau sudah mabok: kami pun berpisah
Sejak kini semoga kami bertiga selalu berpesta
Semoga kami bertemu pula di Bima Sakti sana
 


 

Sapardi Djoko Damono
BERJALAN KE BARAT WAKTU PAGI HARI


waktu berjalan ke barat di waktu pagi hari matahari
mengikutiku di
belakang

aku berjalan mengikuti bayang-bayangku sendiri yang
memanjang di depan

aku dan matahari tidak bertengkar tentang siapa di
antara kami
yang telah menciptakan bayang-bayang

aku dan bayang-bayang tidak bertengkar tentang siapa di
antara
kami yang harus berjalan di depan
 




King Fabó
SEGALA SESUATU MUNCUL DARI KETIADAAN TIBA-TIBA


Aku cuma
diam terbaring,
ketika telefon

terus berdering.
Aku takut

menyentuhnya. Sunyi yang menyenangkan
sebelum musim liburan.
 


 

Zen Hae
KAIL


di danau ini, paman khidir, betapa ngeri
tuhan-tuhan sebesar jagat
berjuntaian mengailku!
 


 

Ch'on Sang-Pyong
MANUSIA PALING BAHAGIA DI BUMI


Akulah manusia paling bahagia
di bumi
                  
Aku sudah punya isteri yang cantik
jadi tak perlulah mencari wanita lain

dan karena aku mustahil punya anak
masa depan tak perlu dicemaskan

Aku juga sudah punya rumah
hidupku benar-benar nyaman

Semenjak isteriku membuka warung kopi
aku tidak pernah cemas lagi ke mana harus pergi

Aku berniat melanjutkan studi
supaya pendidikanku sedikit lebih tinggi
Sebagai seorang penyair
bila kelak aku dikenang tentulah menyenangkan

Aku penikmat kubis
yang selalu direbuskan isteriku
                  
Jadi untuk urusan apa lagi aku harus mengeluh
sudah beruntung aku beriman kepada Tuhan

Karena Dia yang menguasai seluruh alam semesta ini
selalu menjagaku

kuharap nasib buruk enggan menimpaku
 


 

Acep Zamzam Noor
PERTEMUAN

  
Karena kesepian
Kita bertemu
Kau bergayut di leherku

Karena malam
Yang mempertemukan
Kita bersatu
Aku menyusu di dadamu

O, aku yang terpisah selalu ingin pergi
Kau yang jinak, sabar dan senantiasa menanti
Ternyata bisa saling berbagi

Kini, bukan lagi soal kau rusuk
Dan aku badan
Bukan lagi soal setia dan pengkhianatan

Tetapi adalah hukum kehidupan
Bahwa dosa telah menciptakan kita:
Sepasang manusia

Posting Komentar

 
Copyright © 2014 Senat Mahasiswa FISIP UIN SGD | Editing Design By Ivan Latifan Fadila | Thanks For OddThemes